GuruJaringan: tutorial
Terbaru!!
Loading...
Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan

5/21/2026

Tutorial Laravel 2 : Dasar Laravel

Tutorial Laravel 2 : Dasar Laravel

Artikel ini menjelaskan dasar Laravel: struktur folder dan arsitektur MVC, routing dasar (GET, POST, parameter), serta cara membuat Controller dan View sederhana dengan contoh kode yang bisa langsung dicoba di proyek Laravel kamu. Struktur Folder dan Arsitektur MVC Laravel punya struktur yang konsisten: 

5/15/2026

Tutorial Laravel 1: Intro

Laravel adalah framework PHP modern yang dirancang untuk mempermudah pengembangan aplikasi web. Ia menggunakan arsitektur MVC (Model-View-Controller) dan menyediakan banyak fitur bawaan seperti routing, autentikasi, ORM (Eloquent), dan sistem templating (Blade).

Laravel terkenal karena sintaksnya yang elegan dan dokumentasi yang lengkap, sehingga cocok untuk developer pemula maupun berpengalaman.

tutorial laravel

Kelebihan dan Kekurangan Laravel

  • Kelebihan Laravel

    • Sintaks elegan dan mudah dipahami.

    • Fitur bawaan lengkap (auth, queue, mail, dll).

    • Komunitas besar dan dokumentasi resmi yang kuat.

    • Mendukung integrasi dengan banyak library modern.

  • Kekurangan Laravel

    • Membutuhkan resource server lebih besar dibanding framework ringan.

    • Kurva belajar cukup tinggi untuk pemula yang belum terbiasa dengan konsep MVC.

    • Update versi cukup cepat, sehingga kadang perlu adaptasi

Kebutuhan Sistem

Untuk menjalankan Laravel, Anda memerlukan:

  • PHP minimal versi 8.1.

  • Composer sebagai dependency manager.

  • Database seperti MySQL atau PostgreSQL.

  • Web server seperti Nginx atau Apache.

  • NodeJS sebagai framework pemrosesan dinamis

Bagi kalian yang tidak mau ribet intall beberapa macam dependencies di atas, Laravel telah meluncurkan beberapa software cukup handal untuk menyajikan environtment yang developer friendly, dan bahkan bagi orang yang baru memulai karir pemrograman sekalipun. Kalian bisa gunakan Valet (Mac, Linux), atau Herd (Windows, Mac). Pada rangkaian tutorial ini saya gunakan Herd yang berjalan di windows, dengan database SQLite. Database SQLite ini cocok digunakan ketika dalam proses development, karena tidak memerlukan instalasi database server.


Instalasi Herd sebagai Environment

laravel herd

Laravel kini merekomendasikan penggunaan Laravel Herd sebagai environment lokal. Herd adalah tool resmi yang memudahkan setup PHP, Composer, dan ekstensi tanpa ribet.

1. Unduh Laravel Herd

Herd tersedia untuk macOS dan Windows.

  • Kunjungi situs resmi Herd

  • Pilih installer sesuai sistem operasi

2. Instal Herd di sistem

Jalankan installer dan ikuti instruksi.

  • Klik file installer

  • Ikuti wizard instalasi hingga selesai

3. Verifikasi instalasi

Pastikan Herd sudah terpasang dengan benar.

  • Buka terminal

  • Jalankan perintah : php -v dan composer -v

4. Mulai proyek Laravel

Gunakan Herd untuk membuat project baru.

  • Jalankan laravel new nama-proyek

  • Masuk ke folder proyek

  • Jalankan php artisan serve

5. Akses aplikasi di browser

Laravel siap dijalankan di environment Herd.

  • Buka http://localhost:8000

  • Pastikan halaman Laravel muncul

Nah itu tadi perkenalan awal dengan laravel yang setelah langkah ini kita siap untuk membeuat aplikasi yang handal. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.

5/12/2026

TUTORIAL KONFIGURASI ROUTING STATIK MENGGUNAKAN MIKROTIK CHR v7 & VIRTUALBOX

A. SKENARIO TOPOPLOGI JARINGAN

Praktikum ini dilakukan secara berpasangan (2 PC Fisik). Masing-masing PC fisik menjalankan 2 Virtual Machine di virtual box (1 MikroTik CHR dan 1 Windows XP).

tutorial Routing mikrotik

Restore CHR7

  1. Buka file .ova yang telah didownload seeblumnya (klik 2 kalli).

  1. Sesuaikan pengaturan RAM=256MB, Name = “Mikrotik-A”.

  1. Buka pengaturan virtual “Mikrotik-A”, ubah pengaturan adapter1=Bridge, adapter2=internal.

  1. Lakukan hal yang sama untuk Mikrotik-B (yang ada pada PC 2)

Pengaturan Adapter VirtualBox:

  • MikroTik: Adapter 1 = Bridged Adapter (Menghubungkan antar MikroTik via LAN fisik lab), Adapter 2 = Internal Network (Menghubungkan ke Client).

  • Windows XP: Adapter 1 = Internal Network (Pastikan nama internal network sama dengan Adapter 2 MikroTik, misal: intnet).

Skema IP Address:

  • Jaringan Antar Router (Bridge): 192.168.100.0/24

  • Jaringan Lokal PC 1 (LAN A): 192.168.10.0/24

  • Jaringan Lokal PC 2 (LAN B): 192.168.20.0/24

Detail Perangkat PC 1 :

  • MikroTik-A:

  • ether1 (Bridge ke router B) : 192.168.100.1/24

  • ether2 (Internal ke Client A): 192.168.10.1/24

  • Client-A (Windows XP):

  • IP Address : 192.168.10.2

  • Subnet Mask: 255.255.255.0

  • Gateway : 192.168.10.1

Detail Perangkat PC 2 :

  • MikroTik-B:

  • ether1 (Bridge ke router A) : 192.168.100.2/24

  • ether2 (Internal ke Client B): 192.168.20.1/24

  • Client-B (Windows XP):

  • IP Address : 192.168.20.2

  • Subnet Mask: 255.255.255.0

  • Gateway : 192.168.20.1

B. LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI

TAHAP 1: Konfigurasi IP Address MikroTik (ether1 & ether2)

Di Komputer PC 1 (MikroTik-A):

  • Menggunakan CLI (Terminal MikroTik):
    Ketikkan perintah berikut di terminal:

    /ip address add address=192.168.100.1/24 interface=ether1

    /ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2

  • Menggunakan Winbox:

  1. Buka menu IP -> Addresses.

  2. Klik tombol Tambahkan (+).

  3. Masukkan Address: 192.168.100.1/24, pilih Interface: ether1, klik Apply -> OK.

  1. Klik Tambahkan (+) lagi.

  2. Masukkan Address: 192.168.10.1/24, pilih Interface: ether2, klik Apply -> OK.

Di Komputer PC 2 (MikroTik-B):

  • Menggunakan CLI (Terminal MikroTik):
    Ketikkan perintah berikut:

    /ip address add address=192.168.100.2/24 interface=ether1

    /ip address add address=192.168.20.1/24 interface=ether2

  • Menggunakan Winbox:

  1. Buka menu IP -> Addresses.

  2. Tambahkan IP 192.168.100.2/24 pada antarmuka ether1.

  3. Tambahkan IP 192.168.20.1/24 pada antarmuka ether2.

TAHAP 2: Konfigurasi IP Address Windows XP (Client)

Catatan: Pastikan Windows Firewall pada Windows XP dimatikan agar ping bisa berhasil (Control Panel -> Windows Firewall -> Off).

Di Komputer PC 1 (Client-A):

  1. Buka Virtual Windows XP.

  2. Buka Control Panel -> Network Connections.

  3. Klik kanan pada Local Area Connection, pilih Properties.

  4. Pilih Internet Protocol (TCP/IP), lalu klik Properties.

  5. Pilih Use the following IP address, lalu isi:

  • IP address: 192.168.10.2

  • Subnet Mask: 255.255.255.0

  • Default Gateway: 192.168.10.1 (IP ether2 MikroTik-A)

  1. Klik OK.

Di Komputer PC 2 (Client-B):

  1. Lakukan langkah yang sama seperti di atas, namun isikan dengan IP:

  • IP address: 192.168.20.2

  • Subnet Mask: 255.255.255.0

  • Default Gateway: 192.168.20.1 (IP ether2 MikroTik-B)

  1. Klik OK.

TAHAP 3: Konfigurasi Routing Static MikroTik CHR v7

Pada tahap ini, Router A harus diberi tahu "Jalan" menuju jaringan B, begitu pula sebaliknya.

Di Komputer PC 1 (MikroTik-A):

Tujuan Router A adalah jaringan LAN B (192.168.20.0/24) melewati pintu gerbang IP Router B (192.168.100.2).

  • Menggunakan CLI (Terminal MikroTik):

    /ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=192.168.100.2

  • Menggunakan Winbox:

  1. Buka menu IP -> Routes.

  2. Klik tombol Tambahkan (+).

  3. Pada kolom Dst. Address, isikan IP Network tujuan: 192.168.20.0/24

  4. Pada kolom Gateway, isikan IP ether1 MikroTik-B: 192.168.100.2

  5. Klik Apply -> OK. Pastikan statusnya tertulis reachable (bisa dijangkau).

Di Komputer PC 2 (MikroTik-B):

Tujuan Router B adalah jaringan LAN A (192.168.10.0/24) melewati pintu gerbang IP Router A (192.168.100.1).

  • Menggunakan CLI (Terminal MikroTik):
    /ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.100.1

  • Menggunakan Winbox:

  1. Buka menu IP -> Routes.

  2. Klik tombol Tambahkan (+).

  3. Pada kolom Dst. Address, isikan IP Network tujuan: 192.168.10.0/24

  4. Pada kolom Gateway, isikan IP ether1 MikroTik-A: 192.168.100.1

  5. Klik Apply -> OK. Pastikan statusnya tertulis reachable.


TAHAP 4: Pengujian Koneksi Routing (Testing)

Untuk membuktikan bahwa konfigurasi Routing telah berhasil, lakukan tes Ping antar Client Windows XP.

  1. Pengujian dari Client-A (PC 1) ke Client-B (PC 2):

  • Di Windows XP Client-A, buka Command Prompt (Start -> Run -> ketik cmd -> Enter).

  • Ketikkan: ping 192.168.20.2

  • Jika hasilnya Reply from 192.168.20.2..., berarti routing berhasil!

  1. Pengujian dari Client-B (PC 2) ke Client-A (PC 1):

  • Di Windows XP Client-B, buka Command Prompt.

  • Ketikkan: ping 192.168.10.2

  • Pastikan hasilnya juga Reply.

  1. Melihat Jalur Routing (Tracert):

  • Pada Client-A, ketikkan: tracert 192.168.20.2

  • Perhatikan hasil lompatan (hop). Data harus melewati IP Gateway MikroTik-A (192.168.10.1) -> lalu ke MikroTik-B (192.168.100.2) -> sebelum sampai ke Client-B (192.168.20.2).

TAHAP 5: Konfigurasi Firewall Filter (Blokir Ping ke MikroTik)

Sebagai bentuk pengamanan dasar, kita akan melarang Client melakukan Ping (protokol ICMP) ke arah Router MikroTik (Gateway mereka sendiri).

Konfigurasi di PC 1 (MikroTik-A) & PC 2 (MikroTik-B):

Lakukan perintah di bawah ini pada masing-masing MikroTik.

  • Menggunakan CLI (Terminal MikroTik):

    /ip firewall filter add chain=input protocol=icmp in-interface=ether2 action=drop

    (Catatan: chain=input digunakan karena target paket data adalah router itu sendiri, dan in-interface=ether2 adalah antarmuka tempat client terhubung).

  • Menggunakan Winbox:

  1. Buka menu IP -> Firewall.

  2. Pilih tab Filter Rules, lalu klik tombol Tambahkan (+).

  3. Pada tab General:

  • Chain: pilih input

  • Protocol: pilih 1 (icmp)

  • In. Interface: pilih ether2 (Antarmuka yang terhubung ke Client)

  1. Pindah ke tab Action:

  • Action: pilih drop



  1. Klik Apply -> OK.

Pengujian Firewall (Di Client Windows XP):

  1. Buka Command Prompt di Windows XP Client.

  2. Coba Lakukan Ping ke Gateway Router sendiri (Misal dari Client-A ketik ping 192.168.10.1).

  • Hasil yang diharapkan: Request timed out (karena diblokir oleh router).

  1. Lakukan Ping ke Client di seberang jaringan (Misal dari Client-A ketik ping 192.168.20.2).

Hasil yang diharapkan: Reply (Ping berhasil karena status datanya diteruskan / forward, tidak masuk ke router / input).

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done