GuruJaringan: belajarPHP
Terbaru!!
Loading...
Tampilkan postingan dengan label belajarPHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajarPHP. Tampilkan semua postingan

5/14/2011

Belajar PHP 8- Fungsi-fungsi Array di PHP (bag.2)

Belajar PHP 8- Fungsi-fungsi Array di PHP (bag.2)

Fungsi array_merge()

    Kita tentu sudah sering mendengar kata merger. Merger dari dua bank berarti dua bank bergabung menjadi satu bank di bawah bendera salah satu bank atau mengibarkan bendera dengan nama lain. Demikian pula dengan fungsi array_merge(). Fungsi array_merge() akan memerger dua buah array atau lebih menjadi sebuah array. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

Array_merge(array1, array2 [, ...., arrayn])
Belajar PHP 7- Fungsi-fungsi Array di PHP

Belajar PHP 7- Fungsi-fungsi Array di PHP

Array adalah sekumpulan variabel yang mempunyai nama sama tetapi dibedakan oleh indeks. Array berguna misalnya dalam suatu pemrograman yang memerlukan beberapa variabel yang akan menampung data dengan tipe data yang sama dan akan mendapat perlakuan yang serupa. Nah, daripada pusing-pusing memikirkan nama variabel yang berbeda-beda, lebih baik menggunakan satu nama variabel tetapi masing-masing dibedakan dengan indeks.
    Indeks dapat berupa angka atau string. Jika indeks array berbentuk angka, maka array akan disebut indexed array (vector), sedangkan jika indeksnya berupa string, maka array akan disebut associative array.
    Aturan penulisan sebuah array adalah sebagai berikut:

$nama_array[no_indeks] atau $nama_array[“str_indeks”]

    Nama_array adalah nama variabel yang digunakan sebagai array.
    No_indeks adalah nomor indeks untuk vector array. No indeks dimulai dari nol.
    Str_indeks adalah string yang digunakan sebagai indeks untuk associative array.
Belajar PHP 6- Fungsi-fungsi String di PHP

Belajar PHP 6- Fungsi-fungsi String di PHP

Giliran berikut dari rangkaian fungsi yang kita bahas adalah fungsi-fungsi String, yang digunakan untuk mengolah tipe data string atau memberikan tampilan dengan format tertentu. Beberapa fungsi-fungsi string yang akan kita bahas adalah:

Fungsi Echo() Dan Print()
    Fungsi ini merupakan fungsi yang sangat sering dijumpai dalam PHP, karena fungsi ini digunakan untuk menampilkan suatu string atau teks ke browser. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

Echo(string)
Print(string)

    Tentunya Anda sudah tidak asing lagi mengenai penggunaan fungsi-fungsi tersebut, karena pada artikel-artikel sebelumnya sudah sangat sering digunakan sebagai contoh.
Belajar PHP 5- Fungsi- Fungsi PHP

Belajar PHP 5- Fungsi- Fungsi PHP

Fungsi merupakan alat bantu pemrograman yang memberikan kemudahan dalam melakukan suatu tugas tertentu. Isi dari sebuah fungsi sebenarnya adalah rangkaian dari perintah-perintah pemrograman, entah panjang atau pendek, yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi 1 perintah saja. Ada begitu banyak fungsi yang disediakan oleh PHP. Selain itu PHP juga menyediakan fitur untuk membuat fungsi sendiri (seringkali disebut dengan UDF atau User Defined Function). Mulai dari minggu ini PCplus akan memberikan bahasan mengenai fungsi-fungsi built-in yang telah disediakan oleh PHP dan nantinya juga akan dibahas mengenai bagaimana membuat UDF. Namun karena begitu banyaknya fungsi yang disediakan oleh PHP, PCplus tidak akan membahas semuanya. PCplus hanya akan memberikan fungsi-fungsi yang dianggap mendasar dan sering digunakan. Fungsi-fungsi yang spesifik untuk kasus tertentu mungkin tidak akan dibahas atau mungkin juga akan dibahas dalam artikel lain yang berisi tentang kasus spesifik tadi. Jika Anda ingin mempelajari fungsi-fungsi PHP secara lengkap, Anda dapat mendownload dokumentasinya di www.php.net.
    Kita akan mulai bahasan kita dari fungsi tanggal dan waktu. Fungsi tanggal dan waktu – sesuai dengan namanya – digunakan untuk pengolahan tanggal dan waktu. Beberapa fungsi yang akan dibahas adalah fungsi checkdate(), fungsi date(), dan fungsi getdate().
   
Fungsi checkdate()

    Fungsi checkdate() digunakan untuk memeriksa keabsahan suatu bentuk tanggal gregorian, atau bentuk tanggal internasional yang kita anut sekarang. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

    checkdate(bulan, hari, tahun)

    Bulan adalah angka integer 1 sampai dengan 12 yang mewakili bulan Januari sampai dengan Desember.
    Hari adalah angka integer yang menunjukkan hari dalam 1 bulan. Angka yang valid adalah 1 hingga 30 atau 31 (untuk bulan Februari 1 hingga 28 atau 29).
    Tahun adalah angka integer yang menunjukkan tahun. Angka yang valid adalah 1 hingga 32767.

    Contoh penggunaannya dalam skrip PHP adalah sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Fungsi CheckDate </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
Apakah tanggal 5 Maret 2003 valid? <BR>
<?
$tes = checkdate(3,5,2003);
if ($tes==true) {
    echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
    echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
<BR>
<BR>
Apakah tanggal 29 Februari 2003 valid? <BR>
<?
$tes = checkdate(2,29,2003);
if ($tes==true) {
    echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
    echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
</BODY>
</HTML>

    Hasil eksekusinya dapat dilihat pada gambar 1.

Fungsi date()

    Fungsi date digunakan untuk menampilkan tanggal dan/atau waktu sekarang. Sintaks penggunaannya adalah sebagai berikut:

date(format[,timestamp])

    Format adalah karakter-karakter yang digunakan untuk memformat tampilan tanggal dan/atau waktu.
    Timestamp adalah waktu yang diukur dari jumlah detik sejak waktu UNIX Epoch, yaitu 1 Januari 1970, 00:00:00 GMT. Maksudnya adalah jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 00:00:10 GMT. Waktu ini akan menyesuaikan dengan waktu lokal, jadi jika waktu lokal Indonesia adalah GMT +7, maka jika angka timestamp dituliskan 10 itu berarti tanggal yang dimaksud adalah 1 January 1970, 07:00:10. Jika timestamp tidak disebutkan, maka yang diambil adalah waktu lokal pada saat itu.
    Karakter-karakter yang digunakan untuk format adalah:


Karakter    Arti      
a     "am" atau "pm"       
A     "AM" atau "PM"       
B     Swatch Internet time       
d     Hari dalam satu bulan, 2 digit dengan diawali nol, dari "01" sampai "31"       
D     Hari dalam satu minggu, tekstual, 3 huruf; misal "Fri", “Sun”      
F     Bulan, tekstual, lengkap, misalnya “March”, “May”      
g     Jam, format 12 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "12"       
G     Jam, format 24 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "23"       
h     Jam, format 12 jam, dari "01" sampai "12"       
H     Jam, format 24 jam, dari "00" sampai "23"       
i     Menit, dari "00" sampai "59"       
I    "1" jika Daylight Savings Time, "0" jika tidak.       
j     Hari dalam satu bulan, tanpa diawali nol, dari "1" to "31"       
l    Hari dalam satu minggu, tekstual, lengkap, misalnya "Friday", “Monday”.      
L     Bernilai "1" untuk tahun kabisat, “0” untuk bukan.      
m     Bulan dalam angka "01" sampai "12"       
M     Bulan, tekstual, 3 huruf, misal "Jan", “Mar”      
n     Bulan dalam angka tanpa diawali nol, dari "1" sampai "12"       
r     Format tanggal RFC 822, misalnya "Thu, 21 Dec 2000 16:01:07 +0200"      
s     Detik, dari "00" sampai "59"       
S     Akhiran yang menunjukkan angka dalam Bahasa Inggris, tekstual, 2 huruf, misalnya "th", "nd"       
t     Jumlah hari dalam satu bulan, dari "28" sampai "31"       
T     Setting zona waktu pada komputer, misal "MDT"       
U     Jumlah detik sejak Unix Epoch.      
w     Hari dalam angka untuk satu minggu, "0" untuk Minggu sampai "6" Sabtu.      
Y     Tahun, 4 digit, misal "2001"      
y     Tahun, 2 digit, misal "99"      
z     Hari dalam angka untuk satu tahun; dari "0" sampai "365"       
Z     Setting zona waktu dalam detik, dari "-43200" sampai "43200". Sebelah barat UTC bernilai negatif, dan sebelah timur UTC bernilai positif.     

    Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Date </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
<FONT SIZE=5>
<?
echo "Sekarang adalah tanggal ";
echo date('d-F-Y');
echo "<BR>dan jam ";
echo date('h:i:s A');
?>
</FONT>
</BODY>
</HTML>

    Hasilnya nampak seperti gambar 2.

Fungsi getdate()

    Fungsi getdate() digunakan untuk mengambil nilai waktu lokal sekarang atau waktu timestamp dan waktu memasukkannya ke dalam array asosiatif. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

getdate([timestamp])

    Elemen array yang dapat dipergunakan adalah sebagai berikut:

·    "minutes" = menit
·    "seconds" = detik
·    "mday" = hari dalam satu bulan
·    "hours" = jam, dalam format 24 jam.
·    "wday" = hari dalam satu minggu, numeris, 0 untuk minggu hingga 6 untuk sabtu
·    "mon" = bulan, numeris.
·    "year" = tahun, numeris.
·    "yday" = hari dalam satu tahun, misalnya "299"
·    "weekday" = hari dalam satu minggu, tekstual penuh, misalnya "Friday"
·    “month" = bulan, tekstual penuh, misalnya "January"

    Sebagai contoh misalnya ingin dibuat halaman selamat datang yang akan menyapa pengunjung dengan salam Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam sesuai dengan waktu saat itu. Skripnya adalah sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Getdate </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
<CENTER>
<H1>
<?
$skr = getdate();
$bulan = $skr['month'];
$hari = $skr['mday'];
$tahun = $skr['year'];
$jam = $skr['hours'];
if ($jam <= 11) {
    echo "Selamat Pagi";
} elseif ($jam > 11 and $jam <= 15) {
    echo "Selamat Siang";
} elseif ($jam > 15 and $jam <= 18) {
    echo "Selamat Sore";
} elseif ($jam > 18) {
    echo "Selamat Malam";
}
?>
</H1>
<H2> Selamat datang di situs kami </H2>
<H3> Sekarang adalah tanggal
<?
echo "$hari $bulan $tahun";
?>
</H3>
</BODY>
</HTML>
Belajar PHP 4- Struktur Kontrol while, Do

Belajar PHP 4- Struktur Kontrol while, Do

Jenis struktur kontrol lain yang dimiliki oleh PHP adalah struktur kontrol yang digunakan untuk looping atau pengulangan.
    Struktur kontrol berikutnya yang akan diterangkan adalah While dan Do ... While. Kedua struktur kontrol ini memiliki kesamaan yaitu mengulang-ulang suatu blok pernyataan selama suatu kondisi bernilai true. Yang menjadikan perbedaan di antara kedua pernyataan tersebut adalah cara mengevaluasi kondisi yang diberikan. Struktur kontrol While akan mengevaluasi kondisi pada awal suatu pengulangan sedangkan Do ... While akan mengevaluasi kondisi pada akhir suatu pengulangan.
    Kita mulai dulu dengan While. Sintaks penggunaan struktur kontrol While adalah sebagai berikut:

While (kondisi) {
    Blok Pernyataan;
}

    Dalam menerangkan penggunaan struktur while ini, PCplus juga akan menerangkan mengenai penggunaan operator inkremen/dekremen, sebab struktur while ini berkaitan cukup erat dengan operator inkremen/dekremen. Operator inkremen/dekremen berfungsi untuk menambah atau mengurangi nilai variabel dengan satu. Operator inkremen dituliskan dengan menambahkan tanda tambah (+) sebanyak dua buah disamping kiri atau kanan variabel, sedangkan operator dekremen dituliskan dengan menambahkan tanda kurang (-) sebanyak dua buah disamping kiri atau kanan variabel. Contoh:

$a++
++$a
$a--
--$a

    Operator inkremen/dekremen sebenarnya merupakan penyederhanaan dari persamaan berikut:

$a = $a + 1 atau $a += 1
$a = $a – 1 atau $a -= 1

    Jika operator dituliskan di sebelah kiri variabel, maka disebut preinkremen/predekremen, sedangkan jika dituliskan di sebelah kanan variabel akan disebut postinkremen/postdekremen.
    Perbedaan antara postinkremen dengan preinkremen adalah sebagai berikut:
    Jika digunakan postinkremen, maka nilai variabel tepat pada saat ekspresi tersebut dinyatakan masih tetap nilai yang sama, baru kemudian pada langkah berikutnya ditambah dengan satu. Jika digunakan preinkremen, maka nilai variabel langsung bertambah satu pada saat ekspresi tersebut dinyatakan. Untuk postdekremen dengan predekremen berlaku hal yang sama. Untuk mempermudah pemahaman tentang operator ini akan diberikan contoh sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Operator Inkremen/Dekremen </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
echo "<H3>PostIncrement</H3>";
$a = 5;
echo "Masih 5 -> " . $a++ . "<BR>";
echo "Baru menjadi 6 -> " . $a . "<BR>";
echo "<H3>PreIncrement</H3>";
$a = 5;
echo "Telah menjadi 6 -> " . ++$a . "<BR>";
echo "Tetap 6 -> " . $a . "<BR>";
echo "<H3>PostDecrement</H3>";
$a = 5;
echo "Masih 5 -> " . $a-- . "<BR>";
echo "Baru menjadi 4 -> " . $a . "<BR>";
echo "<H3>PreDecrement</H3>";
$a = 5;
echo "Telah menjadi 4 -> " . --$a . "<BR>";
echo "Tetap 4 -> " . $a . "<BR>";
?>
</BODY>
</HTML>

    Jika skrip dijalankan pada browser hasilnya akan nampak seperti pada gambar 1. Perhatikan baik-baik urutan skrip dengan hasil yang nampak pada browser.
    Nah, jika Anda telah memahami tentang inkremen/dekremen, sekarang akan diberikan contoh penggunaan while.

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> While </TITLE>
</HEAD>

<BODY>

<H3> Cara 1 </H3>
<PRE>
$i = 1;
while ($i <= 10) {
    print $i++;
    }
Hasilnya adalah :
</PRE>

<?
$i = 1;
while ($i <= 10) {
    print $i++;
    }
?>

<H3> Cara 2 </H3>
<PRE>
$i = 1;
while ($i <= 10) {
    print $i;
    $i++
    }
Hasilnya adalah :
</PRE>

<?
$i = 1;
while ($i <= 10) {
    print $i;
    $i++;
}
?>
</BODY>
</HTML>

    Jika skrip di atas dijalankan pada sebuah browser, hasilnya akan nampak seperti pada gambar 2.
    Untuk struktur Do ... While sintaksnya adalah sebagai berikut:

Do {
    Blok Pernyataan;
} while kondisi;

    Karena evaluasi kondisi baru dilakukan pada akhir blok pernyataan, maka skrip yang terdapat pada blok pernyataan pasti akan dieksekusi terlebih dahulu paling tidak sekali. Baru setelah itu kondisi diperiksa. Jika kondisi memenuhi baru blok pernyataan akan diulang lagi, jika tidak maka pengulangan akan langsung dihentikan. Berikut akan diberikan contoh penggunaan Do ... While dengan kondisi yang sebenarnya tidak memenuhi.

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Do While </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
<?
$i = 5;
do {
    echo "\$i = $i <BR>";
    $i++;
    }
while ($i < 5);
?>
</BODY>
</HTML>

    Jika skrip tersebut dijalankan, hasilnya terlihat pada gambar 3.
    Perhatikan hasil yang tampak di browser. Sekalipun kondisi yang diberikan adalah untuk $i < 5, akan tetapi nilai $i = 5 akan tetap muncul di browser karena evaluasi dilakukan pada akhir blok sedangkan blok pernyataan sudah "terlanjur" dieksekusi sekali.
    Oleh sebab itu perhatikan baik-baik dalam memilih antara struktur While dengan struktur Do ... While.

Sumber: PCPlus
Belajar PHP 3- Struktur Kontrol if

Belajar PHP 3- Struktur Kontrol if

Struktur kontrol If ini memiliki beberapa variasi, yaitu:

If
If ... Else
If ... ElseIf ... Else

    Kita mulai dari yang paling sederhana, yaitu If.
    Struktur kontrol If digunakan untuk mengambil keputusan apabila hanya ada sebuah kondisi yang memerlukan pengambilan keputusan. Jika kondisi tersebut bernilai true, maka skrip program yang terletak di dalam blok if akan dieksekusi, sedangkan jika false, maka blok program tersebut akan dilewati. Sintaks dari struktur kontrol If adalah sebagai berikut:

If (kondisi)
    pernyataan;

atau

If (kondisi) {
    pernyataan;
    pernyataan;
}

    Sebagai contoh penggunaan struktur kontrol If ini akan diberikan sebuah skrip yang sederhana sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Struktur IF </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
<?
$tes = true;
echo("Nilai \$tes = $tes");
echo("<BR>");
if ($tes == true) {
    echo('Teks ini muncul karena nilai $tes = true');
}
?>
</BODY>
</HTML>

    Simpan dengan nama if.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya akan nampak seperti gambar 1. Jika nilai $tes Anda ganti dengan false, maka yang muncul pada browser hanyalah tulisan “Nilai $tes =”. Mengapa demikian? Skrip PHP menggantikan nilai true dengan 1 dan false dengan 0 atau tidak ada nilai sama sekali.
    Perhatikan baik-baik fungsi echo() yang muncul pada skrip tersebut. Ada tiga fungsi echo() yang muncul, dua yang pertama menggunakan tanda petik ganda dan yang terakhir menggunakan tanda petik tunggal. Anda bisa perhatikan perbedaan yang terjadi pada hasil yang muncul di browser.
    Perhatikan juga tanda sama dengan pada pernyataan if ($tes == true) ada dua! Hal ini berbeda dengan pernyataan pada bagian awal skrip yaitu $tes = true. Pernyataan $tes = true adalah pemberian nilai variabel, sehingga tanda sama dengannya hanyalah satu. Tapi pada pernyataan if ($tes == true) sifatnya adalah membandingkan apakah nilai $tes adalah true, sehingga tanda sama dengannya ada dua. Jangan sampai Anda lupa pada aturan ini, karena PHP mendukung pemberian nilai variabel langsung pada sebuah pernyataan. Jadi jika Anda menuliskan if ($tes = true) – hanya dengan satu tanda sama dengan – itu sama artinya dengan memberi nilai $tes dengan true. Akibatnya struktur kontrol if tersebut akan selalu bernilai true sehingga jalannya skrip secara keseluruhan akan salah.
    Bentuk kedua dari struktur kontrol if adalah if ... else. Sintaks dari struktur kontrol ini adalah sebagai berikut:

If (kondisi) {
    pernyataan1;
} else {
    pernyataan2;
}

    Penggunaan struktur if ... else mirip dengan penggunaan struktur if, namun memiliki kelebihan yaitu alternatif tindakan apabila kondisi yang dihadapi tidak sesuai. Sebagai contoh akan diberikan penggunaan skrip PHP untuk menentukan apakah sebuah bilangan bersifat genap atau ganjil.

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Struktur IF ... ELSE </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
<?
$bilangan = 5;
$tes = $bilangan % 2;
if ($tes == 1) {
    echo("Bilangan $bilangan adalah ganjil");
} else {
    echo("Bilangan $bilangan adalah genap");
}
?>
</BODY>
</HTML>

    Simpan skrip tersebut dengan nama ifelse.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya adalah seperti pada gambar 2.
    Pada skrip tersebut terdapat operator dengan karakter persen (%) yang berarti adalah modulus. Modulus adalah proses pembagian dua bilangan dengan mengambil sisa pembagian sebagai hasilnya. Jadi jika ada persamaan y = 10 % 3, berarti nilai y adalah 1 karena 10 dibagi 3 menghasilkan 3 dengan sisa pembagian 1. Dalam skrip di atas penentuan apakah sebuah bilangan merupakan bilangan ganjil atau genap adalah dengan membaginya dengan dua. Jika sisa pembagian adalah 1 maka bilangan tersebut adalah bilangan ganjil. Jika tidak – artinya sisa pembagian adalah 0 – maka bilangan tersebut adalah bilangan genap.
    Bentuk ketiga dari struktur kontrol if adalah if ... elseIf ... else. Struktur ini juga hampir sama dengan kedua struktur di atas, hanya saja memberikan lebih banyak kemungkinan kondisi dan keputusan yang diambil. Sintaksnya adalah sebagai berikut:

If (kondisi1) {
    Pernyataan1;
} Elseif (kondisi2) {
    Pernyataan2;
. . .
} Elseif (kondisiN) {
    PernyataanN;
} else {
    pernyataan;
}

    Contoh penggunaan If…ElseIf…Else adalah sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> ELSE IF </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
<?
$a = 5;
$b = 7;
echo("\$a = $a <BR>");
echo("\$b = $b <BR>");
if ($a < $b) {
    echo('$a lebih kecil daripada $b');
} elseif ($a == $b) {
    echo('$a sama dengan $b');
} else {
    echo('$a lebih besar daripada $b');
}
?>
</BODY>
</HTML>

    Simpanlah skrip tersebut dengan nama elseif.php. Jika dijalankan pada browser hasilnya akan nampak seperti gambar 3.
    Pada contoh di atas dibandingkan dua buah bilangan yaitu a dan b. Proses pembandingan tersebut akan memberikan 3 kemungkinan, yaitu a lebih kecil daripada b, a sama dengan b, dan a lebih besar daripada b.
    Struktur kontrol if juga mengenal bentuk alternatif. Bentuk alternatif tersebut adalah dengan mengganti tanda kurung kurawal ({}) dengan tanda titik dua (:) dan di akhir blok ditutup dengan endif. Jadi contoh ketiga di atas dapat dituliskan dengan bentuk sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> ELSE IF </TITLE>
</HEAD>

<BODY>
<?
$a = 5;
$b = 7;
echo("\$a = $a <BR>");
echo("\$b = $b <BR>");
if ($a < $b) :
    echo('$a lebih kecil daripada $b');
elseif ($a == $b) :
    echo('$a sama dengan $b');
else:
    echo('$a lebih besar daripada $b');
endif;
?>
</BODY>
</HTML>

Sumber: PCPlus
Belajar PHP 1-dasar

Belajar PHP 1-dasar


PHP sendiri merupakan singkatan dari Personal Home Page tools. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat diintegrasikan ke dalam HTML, sehingga suatu halaman web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server-side berarti pengerjaan skrip akan dilakukan di server, baru kemudian hasilnya dikirimkan ke browser. Keunggulannya dari sifatnya yang server-side tersebut antara lain:

·         Tidak diperlukan kompatibilitas browser atau harus menggunakan browser tertentu, karena serverlah yang akan mengerjakan skrip PHP. Hasil yang dikirimkan kembali ke browser umumnya bersifat teks atau gambar saja, sehingga pasti dikenal oleh browser apapun.
·         Dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi yang dimiliki oleh server, misalnya koneksi ke database.
·         Skrip tidak dapat “diintip” dengan menggunakan fasilitas view HTML source.

            Sebagai contoh, perhatikan skrip PHP sederhana berikut ini:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Contoh Skrip PHP </TITLE>
<BODY>
<?
Echo “<H1> Hallo, saya skrip PHP </H1>”;
?>
</BODY>
</HTML>

            Setelah skrip ini dikerjakan di server, server akan memberikan output kepada browser sebagai berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Contoh Skrip PHP </TITLE>
<BODY>
<H1> Hallo, saya skrip PHP </H1>
</BODY>
</HTML>

            Output inilah yang dieksekusi oleh browser. Dengan output yang berupa tag-tag HTML biasa, maka output tersebut pasti dapat dieksekusi oleh browser apapun. Sebagai perbandingan dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2 untuk eksekusi skrip PHP pada Netscape dan pada IE.
            Jika dibandingkan dengan skrip yang bersifat client-side, misalnya VBScript atau JavaScript, maka nampak nyata sifat browser independent tersebut. Perhatikan contoh berikut:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Contoh JavaScript </TITLE>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
document.write ("<H1> Hallo, saya skrip JavaScript </H1>");
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

            Jika skrip tersebut di atas dijalankan pada browser yang tidak mendukung JavaScript, maka browser tidak akan memberikan hasil apapun atau malah memunculkan teks yang diapit oleh tag <SCRIPT> yaitu “document.write ("<H1> Hallo, saya skrip JavaScript </H1>");”.
            Misalnya skrip tersebut dijalankan pada NCSA Mosaic 3.0, hasilnya akan nampak seperti gambar 3. Namun jika NCSA Mosaic 3.0 tersebut menjalankan skrip PHP ternyata dapat berjalan dengan baik (gambar 4).

            PHP dapat “melakukan” semua aplikasi program CGI, seperti mengambil nilai form, menghasilkan halaman web yang dinamis, mengirim dan menerima cookie. PHP juga dapat berkomunikasi dengan layanan-layanan yang menggunakan protokol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dan lain-lain. Namun tampaknya kelebihan PHP yang paling signifikan adalah kemampuannya untuk melakukan koneksi dengan berbagai macam database. Saat ini, database yang didukung oleh PHP adalah:

·         Adabas D
·         InterBase
·         PostgreSQL
·         dBase
·         FrontBase
·         Solid
·         Empress
·         mSQL
·         Sybase
·         FilePro (read-only)
·         Direct MS-SQL
·         Velocis
·         IBM DB2
·         MySQL
·         Unix dbm
·         Informix
·         Semua database yang mempunyai provider ODBC  
·         Ingres
·         Oracle (OCI7 and OCI8)

Struktur Skrip PHP
            Seperti telah dibahas minggu lalu, skrip PHP ditambahkan ke dalam HTML dengan menggunakan delimiter khusus. Delimiter merupakan karakter atau kumpulan karakter yang membedakan antara skrip atau tag dengan teks biasa dalam HTML. Seperti kita ketahui, delimiter untuk tag HTML adalah karakter < dan >. Untuk PHP, delimiter yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Untuk dokumen SGML/HTML biasa:

            <? Skrip PHP ?> atau <?php skrip php ?>

2. Untuk dokumen XML:

            <?php skrip PHP ?>

3. Untuk editor yang tidak mendukung PHP:

<script language=”php”>
            skrip php
</script>

4. Dapat juga menggunakan delimiter ASP:

<% skrip PHP %>

            Baris-baris pada skrip PHP dipisahkan dengan cara yang sama dengan C atau Perl, yaitu dengan menambahkan karakter titik koma (;). Contoh:

<?
Skrip php;
Skrip php;
?>

            Jika terdapat skrip yang hanya terdiri dari satu baris, ada dua gaya penulisan yang dapat digunakan:

<?
Skrip php;
?>

Atau:

<? Skrip php ?>

            Jika digunakan gaya penulisan yang kedua, tanda titik koma tidak perlu digunakan, karena tag penutup ?> sudah menandakan akhir dari skrip tersebut.
            Untuk menambahkan komentar dalam skrip PHP dapat digunakan gaya C, C++, atau shell UNIX. Contoh:

<?php
    skrip php; // Komentar satu baris gaya C++
    /* Komentar yang panjangnya
       lebih dari satu baris */
    skrip php;
    skrip php; # Komentar gaya shell UNIX
?>

            Pengenalan struktur PHP ini merupakan dasar dari pelajaran mengenai PHP. Karena itu perhatikan baik-baik

sumber: majalah PCPlus

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done